MARI KITA HIJAUKAN DENGAN HUTAN BUMI WIRALODRA DEMI MENCEGAH GLOBAL WARMING (PEMANASAN GLOBAL)
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Desember 2010

Indramayu Tuan Rumah Aksi Penghijauan "Balad Kuring" Provinsi Jawa Barat

AKSI PENGHIJAUAN JAWA BARAT

Bupati Indramayu yang baru, Hj. Anna Sophanah tengah memberikan kata sambutan perdana di depan publik dalam bidang lingkungan, Rabu (15/12) siang. (Satim)*** Foto-foto : Satim

Bupati Anna Pidato Perdana di Depan Publik

INDRAMAYU, Pendopo Indramayu – Hari Penghijauan tingkat Provinsi Jawa Barat yang berlangsung di Kabupaten Indramayu, Rabu (15/12) siang, boleh jadi merupakan pidato perdana bagi Bupati Indramayu yang baru, Hj. Anna Sophanah di bidang lingkungan hidup. Baru empat hari sejak Anna dilantik menjadi Bupati Indramayu periode 2010-2015 pada Minggu (12/12) siang, dan hari Rabu (1512) siang, ia sudah dipercaya sebagai tuan rumah program aksi penghijauan se-Jawa Barat yang berlangsung di obyek wisata Water Park Bojongsari, Indramayu.

Rabu (15/12) siang itu, Anna yang mengenakan jilbab dan berkaos putih bertuliskan “Selamatkan DAS Cimanuk dan Peduli Lingkungan” tersebut, rela menapaki halaman yang becek dan berair yang berada di halaman parkir Water Park Bojongsari. Ia bahkan menyampaikan tentang kondisi lokasi aksi penanaman pohon yang berair, karena semalaman di Indramayu diguyur hujan. Dengan gaya bahasa sedikit humor, Anna mengatakannya kepada hadirin yang datang dari berbagai daerah se-Jawa Barat.

“Sesuai dengan namanya Water Park atau Water Bom, jadi lokasi penanaman pohon berair seperti ini. He...hee...heee !,” ucap Anna Sophanah dalam salah satu kalimat kata sambutannya.

Anna juga merasa berterima kasih atas kepercayaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menjadikan Kabupaten Indramayu sebagai tuan rumah untuk aksi penghijauan dan penyelamatan lingkungan di tahun 2010. Terutama penyelamatan Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk, karena Sungai Cimanuk hingga kini menjadi sumber kehidupan dan penghidupan bagi masyarakat Indramayu yang mayoritas bergerak di sektor pertanian.

“Oleh karena itu, semua pihak dan semua kalangan masyarakat, khususnya yang berada di Kabupaten Indramayu, harus terbangun untuk peduli kebersihan lingkungan dan penghijauan dengan menanam dan memelihara pohon, demi keselamatan lingkungan di masa kini dan masa-masa mendatang,” kata istri mantan Bupati Indramayu periode 2000-2005 dan 2005-2010, Dr. H. Irianto MS Syafiuddin (Yance) itu.

Dalam akhir acara, Bupati Indramayu Anna Sophanah disertai perwakilan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat meninjau mobil laboratorium lingkungan, dan stand pameran yang berkaitan dengan produk-produk ramah lingkungan, serta sejumlah kerajinan yang dihasilkan pelajar di Kota Mangga Indramayu. (Satim)*** Foto-foto : Satim

Sumber : pendopoindramayu.blogspot.com, Rabu, 15 Desember 2010

Indramayu Terancam Tenggelam

Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah menerima penghargaan sebagai Bupati Indramayu yang peduli penghijauan di daerahnya, Rabu (15/12) siang. (Kanan) Ketua BPLDH Dr. Ir. Setiawan Wangsa Atmaja tengah diwawancari awratawn. (Satim)*** Foto-foto : Satim

Indramayu Terancam Tenggelam

INDRAMAYU, Pendopo Indramayu Jika tidak dimulai sekarang untuk peduli lingkungan dan penghijauan, beberapa peneliti lingkungan di Indonesia menyatakan, bahwa Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat yang merupakan salah satu daerah pantai di Jawa Barat “terancam tenggelam”, terutama di sepanjang dataran pantai yang tersebar di sepanjang Laut Jawa Indramayu.

Yang lebih parah, terutama bakal terjadi sekitar seratus tahun mendatang. Pada tahapan generasi masyarakat Kota Mangga selanjutnya akan mengalami musibah yang diperkirakan bakal mengerikan. Air laut naik dan mengamuk menenggelamkan daratan wilayah Kabupaten Indramayu, dan air itu melumat ratusan ribu kilometer kawasan Bumi Wiralodra itu.

Para peneliti lingkungan dari Universitas Teknologi Bandung (ITB) sudah memaparkan hasil penelitiannya itu kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Belum ditambah dengan kasus pemanasan global, maka persoalan lingkungan yang dihadapi Indramayu cenderung tidak ringan. Padahal, Indramayu merupakan daerah yang potensial untuk dijadikan “sabuk hijau” di Jawa Barat. Namun, apabila kita semua tidak tergerak untuk peduli kebersihan lingkungan dan penghijauan, hasil penelitian pihak ITB itu kemungkinan bakal terbukti.

Demikian salah satu bagian dari kata sambutan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang disampaikan Ketua Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLDH) Jawa Barat, Dr. Ir. Setiawan Wangsa Atmaja pada acara aksi penghijauan Jawa Barat yang bertema “Balad Kuring” (Sunda) atau “ Bala Reang” (Jawa Indramayu) menanam pohon yang dipusatkan di halaman parkir Water Park Bojongsari Indramayu, Rabu (15/12) siang.

“Memang ancaman Indramayu bakal tenggelam itu, diperkirakan seratus tahun yang akan datang. Mungkin kita-kita ini sudah tidak ada lagi. Tapi apa yang kita lakukan hari ini, dengan peduli kebersihan lingkungan dan menanam pohon, berarti ikut peduli demi generasi mendatang. Inilah inti pokok dari acara lingkungan untuk menanam pohon,” kata Setiawan (atau yang akrab disapa Iwan) kepada sejumlah bupati/wali kota se-Jawa Barat.

Iwan juga merasa berterima kasih kepada Hj. Anna Sophanah sebagai Bupati Indramayu yang baru saja dilantik pada Minggu (12/12) siang, karena Anna dianggap salah satu kepala daerah yang terlihat serius peduli terhadap lingkungan dengan aksi program penghijauan dalam mengawali tugasnya sebagai pemimpin Indramayu.

Sehingga, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan penghargaan kepada Indramayu sebagai salah satu derah yang peduli lingkungan dan penghijauan. Dalam kesempatan itu, sejumlah penghargaan juga diberikan kepada para pegiat lingkungan yang ada di Jawa Barat. Diantaranya, Kelompok Tani Hutan Mangrove Indramayu “Rapi Jaya Putra Indramayu” yang dipimpin Junaedi, juga pihak sekolah diantaranya SMPN 2 Sindang RSBI.

Anna Sophanah yang mengawali pidato terbuka di depan publik sejak ia dilantik menjadi Bupati Indramayu pada Minggu (12/12) mengatakan, pada prinsipnya Kabupaten Indramayu tetap serius untuk menyelamatkan lingkungan.

“Segala program pembangunan harus mengacu pada bagaimana kajian lingkungannya. Itu dilakukan, demi keselamatan Indramayu dari berbagai ancaman bencana alam,” kata istri mantan Bupati Indramayu periode 2000-2005 dan 2005-2010, Dr. H. Irianto MS Syafiuddin ( Yance) itu.

Dalam acara aksi penghijauan di Water Park Bojongsari itu, Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu, Ir. Aep Surahman mengatakan, aksi tanam pohon dan sejumlah aksi kebersihan lingkungan meruapakan program rutin dan berkelanjutan yang dilakukan pihak Kantor Lingkungan Hidup yang dipimpinnya.

“Yang paling utama, untuk membangun kesadaran masyarakat agar peduli lingkungan yang ada di sekitarnya. Kebersihan lingkungan dan penghijauan semestinya harus dilakukan semua pihak sebagai makna dari aksi kepedulian lingkungan ini,” ujarnya. (Satim)*** Foto-foto : Satim

Sumber : pendopoindramayu.blogspot.com, Rabu, 15 Desember 2010

Bupati Indramayu Anna Sophanah Pimpin Tanam Pohon


PENGHIJAUAN LINGKUNGAN BERTAJUK "BALAD KURING" JAWA BARAT

Bupati Indramayu Periode 2010-2015, Hj. Anna Sophanah dalam suatu acara sepeda santai di Kota Mangga. (Pendopo Indramayu/Satim)*** Foto-foto : Satim

Bupati Anna Pimpin Tanam Pohon

INDRAMAYU, Pendopo Indramayu – Gerakan aksi menanam pohon untuk penyelamatan lingkungan di wilayah Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, tampaknya merupakan hari kerja pertama di bidang lingkungan bagi Bupati Indramayu, Hj. Anna Sophanah yang baru saja dilantik pada Minggu (12/12) siang, di Pendopo Bupati Kota Mangga. Dan wanita kelahiran Desa Singaraja, Kecamatan Indramayu itu dinobatkan sebagai pemimpin wanita pertama di Indramayu untuk masa bakti 2010-2015.

Anna yang sebelumnya hanya mendampingi sang suami, Dr. H. Irianto MS Syafiuddin (Yance) dalam berbagai acara pemerintahan di Kota Mangga itu selama sepuluh tahun. Namun sejak Minggu (12/12), Anna Sophanah-lah yang ganti memimpin berbagai acara pemerintahan Kabupaten Indramayu. Sementara Yance (panggilan akrab Irianto MS Syafiuddin) seusai serah jabatan kepada istrinya, Minggu (12/12) siang, kini posisi Yance balik ke belakang, dan akan mendampingi istrinya itu yang kini mengepalai pemerintahan Kabupaten Indramayu.

“Karena saya tidak jadi bupati lagi. Masa jabatan saya sebagai bupati selama dua periode sudah habis. Kini, istri saya yang gantian memimpin Indramayu. Sebagai suami, posisi saya hanya mendampinginya,” kata Yance.

Anna sendiri, untuk acara lapangan di bidang lingkungan, yang pertama bagi Anna memimpin langsung aksi penanaman jutaan pohon di wilayah Kabupaten Indramayu, yang acara seremonialnya dipusatkan di halaman parkir obyek wisata Water Park Bojongsari, Rabu (15/12) pagi.

“Selama sepuluh tahun saya yang mendampingi Bapak Yance sebagai Bupati Indramayu. Kini, Pak Yance yang mendampingi saya. Ya, gantian mendampingi,” tutur Anna Sophanah kepada Pendopo Indramayu.

Diperoleh keterangan, acara aksi penyelamatan lingkungan dengan tema penghijauan itu merupakan program lanjutan pihak Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu, kemudian pihak Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Indramayu kabarnya ikut nimbrung demi kesuksesan aksi pencanangan program mencegah pemanasan global dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Sby) yang bertajuk “One Billion Tree” (OBIT)- Satu Juta Miliar Pohon.

Konon, seluruh lahan kritis dan yang diperkirakan bakal mengancam keselamatan lingkungan, akan ditanami “rambut bumi” (pohon). Demi kelancaran dan kesuksesan program penghijauan itu, pihak Kantor Lingkungan Hidup menggandeng berbagai lembaga pemerintahan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Perbankan, LSM, Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), Perguruan Tinggi, Pelajar, Pramuka, wartawan, dan sejumlah kalangan lainnya.

Program penghijauan yang bertajuk “Balad Kuring“ atau “Bala Reang” Tanam Pohon itu, dimeriahkan dengan pawai sepeda onthel kuno. Bupati Indramayu Anna Sophanah yang melepas dan memimpin rombongan bersepeda itu dari Pendopo Bupati Indramayu menuju obyek wisata Water Park Bojongsari.

“Semua pihak dilibatkan dalam program penghijauan itu. Ibu Anna-lah yang memimpin acara penghijauan Balad Kuring tersebut,” ujar Ir. Aep Surahman, Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu di kantornya, Selasa (14/12) sore.

Hari itu pula, seragam berupa kaos berbagai warna dan corak dari sejumlah “sponsor” terlihat mulai dibagi-bagikan kepada sejumlah pihak yang dilibatkan dalam program penghijauan yang dipustakan di arena obyek wisata Water Parka Bojongsari Indramayu tersebut. (Satim)*** Foto-foto : Satim

Sumber : pendopoindramayu,blogspot.com, Rabu, 14 Desember 2010

Selasa, 30 November 2010

Presiden: Tinjau Ulang Peraih Adipura

PENGHARGAAN LINGKUNGAN

Presiden: Tinjau Ulang Peraih Adipura

Ratusan peserta Hari Menanam Pohon Indonesia menanam pohon di area resapan Waduk Ir H Djuanda di Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Minggu (28/11). Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengklaim, hingga akhir Oktober 2010, lebih dari 610 juta pohon telah ditanam pada sejumlah program penanaman. (Kompas/Mukhamad Kurniawan)***

PURWAKARTA, Kompas - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Kementerian Lingkungan Hidup meninjau ulang kota dan kabupaten yang pernah meraih penghargaan Adipura. Jika ternyata gagal mempertahankan kebersihan, selayaknya penghargaan tersebut dicabut.

”Jangan pada saat tim penilai datang, semua dibuat bagus. Seminggu bagus, minggu kedua sudah goyah, bulan kedua sudah kacau-balau. Tidak tepat Adipura diberikan kepada pejabat, kota, atau daerah seperti itu,” kata Presiden pada peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia tahun 2010 di kawasan Waduk Ir H Djuanda di Desa Cibinong, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Minggu (28/11).

Konsekuensi mendapat penghargaan Adipura atau penghargaan lingkungan lain adalah menjaga dan terus memperbaiki kondisi lingkungannya. Presiden menilai masih ada daerah yang belum baik lingkungannya. Oleh karena itu, dia mengajak semua pihak untuk mewujudkan lingkungan menjadi semakin bersih, sehat, dan rapi.

Pada peringatan ketiga Hari Menanam Pohon Indonesia itu, Presiden, Wakil Presiden Boediono, sejumlah menteri, petinggi partai politik, serta unsur pimpinan daerah menanam pohon di sekitar Tanggul Ubrug. Kawasan itu berada di daerah aliran Sungai Citarum yang mendesak untuk direhabilitasi.

1 miliar pohon

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menyebutkan, penanaman pohon pada 28 November 2010 dilakukan secara serentak di kota/kabupaten seluruh Indonesia. Kegiatan ini untuk mendukung gerakan penanaman 1 miliar pohon tahun ini serta program penurunan emisi gas rumah kaca 26 persen pada 2020 mendatang.

Menurut Zulkifli, hingga Oktober 2010, tercatat lebih dari 610 juta pohon telah ditanam. Dengan komitmen pemerintah daerah dan dukungan seluruh lapisan masyarakat, target penanaman 1 miliar pohon diharapkan dapat tercapai.

”Pada kurun 2007-2009, dari target penanaman 400 juta pohon, terealisasi penanaman 447,6 juta pohon di berbagai daerah,” kata Zulkifli.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan serta tiga gubernur lain yang menggelar konferensi jarak jauh dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yakni Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo, menyatakan optimistis mencapai target penanaman pohon di daerah masing-masing.

Demi mendukung program tersebut pada tahun-tahun mendatang, menurut Zulkifli, pihaknya akan terus mendorong berdirinya unit pembibitan rakyat serta posko pelayanan bibit di setiap dinas kehutanan kota dan kabupaten di Indonesia. Di beberapa daerah, terutama di lahan kritis yang sulit dijangkau dengan berjalan kaki, penanaman pohon melibatkan TNI Angkatan Udara untuk menebar benih tanaman dari udara.

”Sebagian lagi bekerja sama dengan perguruan tinggi, perusahaan swasta, dan lembaga swadaya masyarakat untuk mendukung penanaman pohon,” kata Zulkifli.

Salah satu kendala yang dihadapi pemerintah daerah, menurut Syahrul, adalah ketika masyarakat menuntut keuntungan ekonomi segera dari gerakan menanam pohon. Oleh karena itu, dia berharap pemerintah pusat turut memikirkan ekonomi warga, antara lain dengan membantu industri kecil pengolah hasil hutan atau memberikan bibit pohon yang pendek umur dan bernilai ekonomis. (mkn)***

Sumber : Kompas, Senin, 29 November 2010 | 03:40 WIB

Ada 7 Komentar Untuk Artikel Ini. Kirim Komentar Anda

  • Deni Mariwawo

Senin, 29 November 2010 | 22:02 WIB

tim penilai Adipura yang dilihat lokasi yang bersih2 itupun yang pandu pejabat setempat....

Balas tanggapan

  • delfis bintan

Senin, 29 November 2010 | 21:37 WIB

jgn kebersihannya yg di nilai.tapi managemen pengelolan sampah setiap kota tsb yg di nilai.

Balas tanggapan

  • Riswan T Tarigan

Senin, 29 November 2010 | 15:35 WIB

Jangan minta melulu Pak, sekali-sekali di printahkan dong.

Balas tanggapan

  • eko cahyono

Senin, 29 November 2010 | 15:23 WIB

penilaian "Adipura" memang selayaknya tidak hanya dilakukan dalam "satu" kali penilaian, tetapi juga diharapkan dalam satu tahun. sehingga syarat-syarat untuk mendapatkan "Adipura" dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas, bukan hanya untuk kepentingan segelintir orang. Keterlibatan masyarakat merupakan unsur yang harus terus ditingkatkan, sehingga ada rasa memiliki "lebih", selain itu anggaran dapat lebih "dihemat" untuk alokasi yang lebih baik lagi. Sosialisasi penilaian dan hasil Adipura bisa lebih ditingkatkan. Semoga bisa membuat seluruh wilayah Indonesia nyaman.

Balas tanggapan

  • Andika Priyadi

Senin, 29 November 2010 | 14:49 WIB

yu kita menanam pohon , banyak pohon banyak rezeki :)

Balas tanggapan

Rabu, 09 Juni 2010

Hari Ini, Sepeda Lawas Ikut Pawai ADIPURA 2010

Hari Ini, Sepeda Lawas Ikut Pawai ADIPURA 2010

INDRAMAYU – Hari ini, Rabu (9/6) pagi, Pawai Adipura 2010 Kabupaten Indramayu digelar. Sekitar ratusan pecinta sepeda lawas (kuno) yang tergabung organisasi Pedal (Pecinta Sepeda Lawas) Indramayu, sejak pagi mereka sudah berkumpul di halaman Pendopo Pemerintah Kabupaten Indramayu. Konon, mereka ingin berpartisipasi untuk memeriahkan acara iring-iringan mengarak Piala Adipura 2010 yang baru saja diterima Bupati Indramayu, Dr. H. Irianto MS Syafiuddin (Yance) pada Selasa (8/6) siang di Istana Negara, Jakarta dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Drs. H. Yayan Mulyantoro MM terlihat ikut mengawal keberangkatan pawai Adipura 2010 berkeliling wilayah Kabupaten Indramayu bersama sejumlah pejabat penting lainnya.

Ada juga Heri Helman, Kepala Dinas Kebersihan dan pertamanan Kabupaten Indramayu yang sejak dulu mencintai sepeda kuno bersama sejumlah pejabat lainnya, dan juga Ormas pemuda tutur menyemarakan pawai Adipura. Kemeriahan itu, tampaknya sebagai tumpahan karena Kabupaten Indramayu berhasil menyabet penghargaan sebagai kota terbersih di Indonesia untuk ke sekian kalinya.

Bupati Indramayu, Dr. H. Irianto MS Syafiuddin mengatakan, seluruh lapisan masyarakat Indramayu harus ikut bertanggung jawab terhadap kebersihan daerahnya. “Mari kita jaga kebersihan lingkungan masing-masing. Pertahankan gelar sebagai kota terbersih untuk selama-lamanya,” katanya. (Satim)*** Foto-foto :Dok. Satim

Jumat, 04 Juni 2010

Semarak Hari Ulang Tahun Penggemar Sepeda Lawas (Pedal) Indramayu


ONTHELIS: Ribuan onthelis yang tergabung dalam beragam komunitas dari berbagai daerah di tanah air turut menyemarakan syukuran tiga tahun Pedal. Tampak gambar Bupati Indramayu DR. H. Irianto MS Syafiuddin dan istri Hj.Anna Sophanah, Ketua DPRD Kab.Indramayu Drs. H. Rozak Muslim dan ribuan onthelis lainnya mengikuti ngontel touring, Minggu (30/5). (Pelita/ck-103)*** Foto-foto : Saprorudin/Satim

Semarakkan Tiga Tahun Pedal

Ribuan Onthelis Ngontel Touring di Kota Mangga

Indramayu, Pelita

Menyemarakan syukuran tiga tahun Penggemar Sepeda Lawas (Pedal) Indramayu sekaligus memperingati 102 tahun Kebangkitan Nasional, Kebangkitan Onthel Nasional, ribuan onthelis daerah dan nasional yang tergabung dalam beragam komunitasnya dari berbagai daerah di tanah air seperti Komunitas Onthel Batavia (Koba) Jakarta, Paguyuban Onthel Djokjakarta (Pojok) Jogjakarta, Bersama Komunitas Onthel Karawang(Berko) Karawang, (PSHG) Garut, dan komunitas lainnya kumpul bareng di Wisma Haji Kab.Indramayu selama dua hari Sabtu – Minggu (29 – 30/5). Demikian dikatakan Ketua Panitia Drs. H.Yayan Mulyantoro MM.

Menurutnya, agenda yang di kemas dalam rangkaian HUT Pedal ke-3 ini, diantaranya ngontel ke pendopo kabupaten untuk anjangsana dengan Bupati Indramayu Dr. H. Irianto MS Syafiuddin, dilanjutkan dengan tukar menukar cinderamata dan pada pagi harinya (Minggu 30/5), ngontel touring ke situs Mbah Wiralodra, ke pantai Balongan dan balik lagi ke Wisma Haji. “Saat touring peserta diwajibkan menggunakan sepeda tua / onthel tua beragam merek dan berkostum pakaian tempo dulu / batik / baju adat,” kata Kadis Perkebunan dan kehutanan Kab.Indramayu ini.

Ketua Pedal Indramayu H. Muchamad mengatakan untuk mempererat tali silaturrahmi sesama onthelis, maka dalam rangkaian syukuran Pedal ke – 3 ini pihaknya sengaja mengundang onthelis dari berbagai daerah di tanah air untuk ngontel touring di Kota Mangga mulai dari Wisma Haji ke situs Mbah Wiralodra dilajutkan ke pantai Balongan dan balik lagi ke Wisma Haji.

Yang pasti kata Muchamad melalui Kebangkitan Onthel Nasional pihaknya menjawab tantangan pengurangan emisi gas buang. (ck-103)*** Foto-foto : Saprorudin/Satim

Senin, 25 Januari 2010

Pengabdian Lurah Tata Menghijaukan Pantai Desa Sungaibuntu, Kabupaten Karawang

TATA HUSEN. (Foto:Kompas/Mukhamad Kurniawan)***

Lurah Tata, "Sabuk Hijau" Sungaibuntu

Gelombang laut bagi sebagian warga pesisir utara Pulau Jawa serupa dengan musuh yang terus menggempur. Terjangannya merenggut tambak, bangunan, bahkan jalan. Kenyataan itu membuat Tata Husen miris. Dia pun tergerak untuk terus berjuang menahan laju abrasi.

Oleh Mukhamad Kurniawan

Usahanya menghijaukan kawasan pantai Desa Sungaibuntu, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, sejak tahun 2003 kini berbuah manis. Kawasan yang dulu sepi itu bahkan berevolusi menjadi obyek wisata pantai yang diminati pengunjung.

Setiap hari libur, seperti hari raya dan tahun baru, kawasan pantai Desa Sungaibuntu dikunjungi 1.500-2.000 orang. Pada akhir pekan mencapai ratusan orang. Selain itu, ada 32 warung yang buka pada Sabtu-Minggu dan ratusan pedagang dadakan pada hari libur nasional.

Warga desa merasakan dampak ekonomi dari perubahan itu. Pengelola tiket, petugas keamanan, penyedia jasa perahu, dan mayoritas pedagang di kawasan tersebut adalah warga dari sejumlah kampung di Desa Sungaibuntu.

Suasana itu sangat kontras jika dibandingkan dengan sebelum tahun 2003. Ketika itu, jalan menuju kawasan pantai rusak, tambak-tambak gersang, dan tidak ada rumah makan atau warung masakan laut di tepi pantai. Daratan terus digempur ombak dan sebagian telah lenyap tergerus.

”Enam tahun lalu belum ada ’kehidupan’ di sini, jarang ada orang yang sengaja datang kecuali para pemilik dan buruh tambak,” ujar Lurah Tata, panggilan Tata Husen.

Ketika itu orang lebih suka datang ke Pantai Pisangan di Kecamatan Cibuaya (sekitar tiga kilometer arah barat Desa Sungaibuntu), Pantai Tanjung Baru di Kecamatan Cilamaya Kulon (17 kilometer arah timur dari Sungaibuntu), atau ke Pantai Tanjung Pakis di Kecamatan Pakisjaya (30 kilometer dari Sungaibuntu).

Tanam pohon

Usaha Tata membangun kawasan pantai dimulai dengan menanam pohon bakau, api-api, dan ketapang. Dia yakin deretan pohon yang tumbuh mengakar akan menjadi benteng penahan abrasi yang tangguh. Pepohonan itu juga menjadi habitat alami bagi beraneka biota air payau, menjadi penahan angin laut, serta peneduh dari terik matahari.

Akan tetapi, tidak mudah bagi Tata mewujudkan hal itu. Salah satu kesulitannya adalah tidak tersedianya bibit pohon. Kawasan pantai di sekitar Sungaibuntu umumnya tidak memiliki ”sabuk hijau”.

Tata pun harus berjalan kaki 3-5 kilometer ke timur atau barat menyusuri pantai untuk mengumpulkan bibit. Dia memungut setiap biji yang jatuh dan telah tumbuh menjadi tunas atau anakan pohon yang muncul di dekat induknya.

Calon-calon bibit itu kemudian dia rawat dalam pot-pot plastik. Dia juga menyediakan lahan khusus untuk pembibitan yang aman dari gelombang laut. Setelah berusia 2-3 bulan, Tata memindahkan bibit-bibit pohon tersebut ke tepi laut.

Segenap usaha itu lebih banyak dia jalani sendiri. Sebab, meski telah lima tahun menjabat sebagai Kepala Desa Sungaibuntu (ketika itu tahun 2003), Tata kesulitan menggalang dukungan dari warganya. Warga umumnya abai dengan hal itu. Hanya beberapa orang yang secara sukarela membantunya mengumpulkan dan menanam bibit pohon.

”Saya merasa butuh ribuan bibit karena tingkat keberhasilan tumbuhnya rendah. Namun, karena sulit mengumpulkan bibit dalam jumlah besar, saya membayar siapa saja yang datang ke sini membawa anakan pohon, ketika itu Rp 200 per bibit,” ujarnya.

Menurut Tata, hanya sekitar 60 persen bibit yang tumbuh dengan baik hingga usia 2-3 bulan. Setelah dipindahkan ke lokasi penanaman di tepi pantai, lebih dari separuh bibit mati karena tergerus gelombang atau tidak tahan dengan perubahan cuaca.

Tata memutar otak untuk menyiasatinya. Dia, antara lain, menggunakan pot plastik dan bambu untuk pembibitan, mengatur jarak tanam, dan mengikat 3-5 bibit sekaligus di satu titik penanaman. Usaha otodidak ini relatif lebih berhasil ketimbang cara-cara sebelumnya.

Tata merasa usahanya menghijaukan kawasan pantai belum selesai karena baru sekitar satu kilometer panjang pantai yang berhasil ditanami. Belasan ribu bibit telah mati dan karena itu dia merasa perlu terus menambah cadangan bibit pohon.

Beberapa tahun terakhir, Desa Sungaibuntu mendapat bantuan bibit dari sejumlah perusahaan besar di Karawang. Koleksi bibit pun meningkat. Kini Tata mempersilakan warganya mengambil bibit secara gratis untuk ditanam di tambak atau di pekarangan rumah mereka masing-masing.

Wisata

Tata juga membangun kawasan itu dengan mendirikan warung makan dan mempercantik pantai. Pada tahap awal dia membangun empat warung minuman dan makanan ringan serta masakan khas laut, seperti ikan, udang, dan cumi bakar. Hasil tangkapan nelayan itu dibeli dari tempat pelelangan ikan desa setempat.

Usaha itu ternyata menarik minat pengunjung. Pada tahun-tahun selanjutnya warga mulai membangun warung. Jumlah warung terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pengunjung, terutama pada musim libur. Warga pun sepakat mengelola kawasan dan menamainya Pantai Samudera Baru.

Obyek wisata Pantai Samudera Baru dikelola sendiri oleh desa dan Tata Husen sebagai ketua. Belasan pemuda desa pun membantu mengelola tiket masuk, parkir, retribusi pedagang, dan keamanan. Jumlah warga yang terlibat pengelolaan lebih banyak pada hari libur.

Tata menambahkan, pengelola mematok tarif masuk Rp 5.000 per orang. Pendapatan dari usaha itu dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur wisata, seperti meningkatkan kualitas jalan di tepi pantai, membangun panggung hiburan, fasilitas kamar mandi, dan menghijaukan kawasan.

Selain itu, sebagian pendapatan disetor sebagai pendapatan asli daerah. Tahun 2008 jumlahnya Rp 8 juta. Namun, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karawang mencatat pendapatan dari Pantai Samudera Baru relatif stabil daripada Pantai Tanjung Baru atau Pantai Pisangan.

Pantai Tanjung Baru dan Pisangan bahkan cenderung tak terurus karena tarik ulur pengelolaan antara pemerintah desa, investor, dan pemerintah kabupaten. Selain sebagian fasilitasnya mangkrak, kawasan pantai juga semakin tergerus abrasi, seperti terjadi di sebagian pesisir utara Karawang lainnya.

Usaha Tata belum berakhir. Belasan ribu bibit yang dia tanam memang telah mati, tetapi itu tidak menyurutkan niatnya menghijaukan sekaligus menghidupkan kawasan pantai.

Source : lingkunganglobal.blogspot.com

Ada 2 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Bumi @ Jumat, 22 Januari 2010 | 15:18 WIB
Jempol buat Pal Lurah , saya salut masih ada lurah yang perhatikan lingkungan dari pada tanan bengkok, jangan putus asa pak Lurah, hubungi Disbun/pertanian

Sausan Yusria @ Jumat, 22 Januari 2010 | 09:49 WIB
Oke sekali. Kami mendukung upaya dan kerja kerasmu, Pak Lurah. Semoga ada lurah-lurah lain yang inovatif dan kreatif sepertimu. Aku doakan untuk kesuksesanmu.

Minggu, 13 Desember 2009

Indramayu Mencanangkan Hari Menanam Pohon

Pencanangan Hari Menanam Pohon

Dari Pencanangan Hari Menanam Pohon

Sekda : “ Satu Orang Tanam Satu Pohon”

INDRAMAYU - Sebagai upaya untuk merahabilitasi lahan kritis yang tersebar disejumlah wilayah Indramayu, Pada Hari Rabu (2/12) dicanangkan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) yang juga digabung dengan Bulan Menanam Nasional, dan Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon (GPTTP) tahun 2009 tingkat Kabupaten Indramayu yang dipusatkan di Blok Janggleng Desa Jatimulya Kecamatan Terisi. Pencanangan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Indramayu Drs. Supendi, M. Si yang juga dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Hj. Anna Sophana, Dandim 0616 Indramayu dan peserta lainnya.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkabunan Kabupaten Indramayu Drs. H. Yayan Mulyantoro, MM. mengungkapkan, pencanangan ini dilakukan diatas bekas tanah pangonan yang kemudian lokasi tersebut akan difungsikan sebagai hutan kota. Keberadaan hutan kota di Indramayu telah diatur dengan Indtruksi Bupati Nomor 4 tahun 2008 dimana setap kecamatan agar mengalokasikan ruang terbuka hijau seluas minimal 0,25 hektar.

Yayan menambahkan, untuk realisasi tanam bibit pohon sampai dengan akhir Nopember yang lalu ditargetkan sebanyak 1.500.000 batang pohon dan terealisasi jumlah pohon tertanam sebanyak 1.850.000 batang dari Dishutbun dan 3.209.327 batang dari Perum Perhutani. Diperkirakan sampai akhir tahun 2009 akan tertanam sebanyak 2.968.095 batang pohon di Indramayu. Sementara untuk pohon yang ditanam diantaranya Jati, Mahoni, Glodogan, Kayu Putih, Api-api, dan yang lainnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu Drs. H. Supendi mengatakan, sebagai bentuk kepedulian dan tanggungjawab terhadap lingkungan, serta untuk mengantisipasi dan meminimalisasi dampak negative pemanasan global, Bupati Indramayu telah mencanangkan program Gerakan Remaja Indramayu Menanam (GRIM). Program itu merupakan suatu kegiatan yang terkordinasi dengan mendayagunakan setiap kemampuan pemerintah dan masyarakat dalam merehabilitasi hutan dan lahan pada wilayah Kabupaten Indramayu.

Sekda menambahkan, gerakan tersebut merupakan gerakan moral untuk mewujudkan agar setiap masyarakat Kabupaten Indramayu menjadi tahu, mau, mampu, dan sadar untuk dapat menanam pohon satu orang satu pohon atau One Man One Tree (OMOT). Kemudian yang tak kalah penting adalah keberadaan Perbup Nomor 45 tahun 2009 sebagai operasional GRIM.

Didalam Perbup tersebut, setiap pasangan calon pengantin, pasangan suami istri yang akan bercerai, siswa/mahasiswa yang telah lulus, masyarakat yang akan membuat/memperpanjang KTP, akta-akta catatan sipil, dan surat-surat kendaraan bermotor, anggota Korpri dan TNI/Polri yang akan naik pangkat/jabatan dan akan diangakt menjadi PNS dapat menyediakan dan menanam minimal dua batang bibit pohon pelindung yang produktif sebagai infaq/sodaqoh. “Untuk itu agar progam ini berjalan baik dan lingkungan kita tercipta dengan nyaman mari kita sukseskan Satu Orang Satu Pohon,” katanya. (dens)***

Sumber : Tabloid Mulih Harja, Rabu, 02 Desember 2009

• TABLOID MULIH HARJA 2009: Pencanangan Hari Menanam Pohon

· TABLOID MULIH HARJA 2009: Pencanangan Hari Menanam Pohon

2 Des 2009 ... Puncak Hari Jadi Kabupaten Indramayu Semarak ... tersebar disejumlah wilayah Indramayu, Pada Hari Rabu (2/12) dicanangkan Hari Menanam Pohon ...
tabloidmh.blogspot.com/.../rabu-02-desember-2009-dari-pencanangan.html - Tembolok

· TABLOID MULIH HARJA 2009: Dari Crew Indramayu Online

22 Sep 2009 ... Sekda : “Aparatur Negara Jangan Kecewakan Rakyat” · Pencanangan Hari Menanam Pohon · 294 Pejabat Pemkab Indramayu di Mutasi ...
tabloidmh.blogspot.com/2009/.../dari-crew-indramayu-online.html - Tembolok

Tampilkan hasil lainnya dari tabloidmh.blogspot.com

· www.bataviase.co.id : Perbup Indramayu Imbau Pengantin Infaqkan ...

Sebagai upaya ineralwbilitasi lal\an-kritis yang tersebar di sejumlah wilayah Indramayu, Rabu (2/ 12) dicanangkan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) ...
bataviase.co.id/detailberita-10358197.html - Tembolok

· Satu Orang Tanam Satu Pohon ****

Sebagai upaya untuk merahabilitasi lahan kritis yang tersebar disejumlah wilayah Indramayu, Pada Hari Rabu (2/12) dicanangkan Hari Menanam Pohon Indonesia ...
www.mediacreative.co.id/.../Satu%20Orang%20Tanam%20Satu%20Pohon.html - Tembolok

· Jakarta Timur Tanam 1.100 Bibit Rayakan Hari Menanam Pohon ...

28 Nov 2009 ... Pemerintah Jakarta Timur pagi tadi menanam 1.100 bibit pohon dalam ... dalam 3 hari terakhir mengurungkan niat ratusan nelayan Indramayu ...
www.indonesiaheadlines.com/.../jakarta-timur-tanam-1100-bibit-rayakan-hari-menanam-pohon.html - Tembolok

· Harian Umum PELITA

3 Des 2009 ... Sebagai upaya merahabilitasi lahan kritis yang tersebar di sejumlah wilayah Indramayu, Rabu (2/12) dicanangkan Hari Menanam Pohon Indonesia ...
www.pelita.or.id/baca.php?id=84557 - Tembolok

· Fokus - Hari Lingkungan Hidup, Siswa TK Tanam Pohon

Nuansa ini terlihat saat murid - murid TK di Indramayu belajar menanam pohon untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup. Ratusan siswa TK ini membawa bibit ...
www.indosiar.com/.../hari-lingkungan-hidup-siswa-tk-tanam-pohon - Tembolok

· Galeri | Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Jawa Barat |

Salah seorang warga Cibungur-KBB menerima bantuan pohon dalam rangka Hari Menanam Pohon .... Indramayu dan Kab. Karawang), click untuk gambar detail ...
diskimrum.jabarprov.go.id/indexgaleri.php?gley... - Tembolok

· Tempointeraktif.com - Gerakan Penanaman Sejuta Pohon di Indramayu

14 Nov 2009 ... Jawa Barat Gerakan Penanaman Sejuta Pohon di Indramayu ..... detikcom - Kajati DKI Diberi Waktu 14 Hari Sampaikan Keberatan Sanksi ...
www.infoanda.com/id/link.php?lh=AA4AUAhTBFIC - Tembolok

· ANTARA Jawa Barat News: WARGA JATIMULYA SIAP TANAM 1000 POHON MAHONI

18 Nov 2009 ... Indramayu,18/11(ANTARA)-Ratusan warga desa Jatimulya kecamatan Terisi ... menanam 1000 bibit pohon mahoni,dalam rangka memperingati hari menanam. ... Mungkin setiap menjelang musim hujan warga diimbau menanam pohon. ...
antarajawabarat.com/.../WARGA-JATIMULYA-SIAP-TANAM-1000-POHON-MAHONI - Tembolok

1. Tempointeraktif.com - Gerakan Penanaman Sejuta Pohon di Indramayu

28 Feb 2006 ... Jawa Barat Gerakan Penanaman Sejuta Pohon di Indramayu ... Tempointeraktif.com - Ragam Aktifitas Warnai Hari Bebas Asap Jakarta ...
www.arsip.net/id/link.php?lh=AA4AUAhTBFIC - Tembolok

2. www.bataviase.co.id : Pemkot Jakbar Tanam 5.340 Pohon

Aksi penanaman pohon memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Pohon ... Pelita; Perbup Indramayu Imbau Pengantin Infaqkan Dua Pohon ...
bataviase.co.id/detailberita-10345203.html - Tembolok

3. Cigadingport Official Website - KBS ROAD TO GREEN PORT

23 Nov 2009 ... Selain Rembang, PLTU Labuan, Banten dan PLTU Indramayu, .... Panitia Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional Prop. ...
www.cigadingport.com/2008/index.php?option=com... - Tembolok

4. GALAMEDIA - Indonesia's Best Newspaper 2005 - Koran Urang Bandung ...

11 Des 2009 ... Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) di Kabupaten Subang yang ... Pasalnya, BN yang baru duduk di kelas 2 sebuah SMP di Indramayu ...
klik-galamedia.com/indexnews.php?wartakode...idkolom... - Tembolok

5. PENGHIJAUAN DENGAN AKSI TANAM 100 JUTA POHON | BPK PENABUR

22 Des 2008 ... Dalam Rangka Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam ... dengan cara menanam pohon lewat program "menanam 100 juta pohon" ... Cirebon, Indramayu, Jatibarang, Metro, Rengasdengklok, Sukabumi, Tasikmalaya, Serang ...
www.bpkpenabur.or.id › ... › Berita & Publikasi - Tembolok - Mirip

6. Al-Zaytun Indramayu Indonesia

Dalam memperingati hari lingkungan hidup sedunia, Al-Zaytun akan menanam pohon di kota-kota yang disinggahi sekaligus mengkampanyekan gerakan menanam pohon. ...
alzaytunindonesia.wordpress.com/ - Tembolok - Mirip

7. Produksi buah di Indramayu masih bergantung pada musim | Poskota

16 Agu 2009 ... Hampir setiap rumah di Indramayu, memiliki pohon mangga. ... menganjurkan masyarakat menanam pohon mangga di pekarangan dan halaman rumah. ... udara pada siang hari sangat tinggi dan malam hari terjadi pengembunan. ...
www.poskota.co.id/.../produksi-buah-di-indramayu-masih-bergantung-pada-musim - Tembolok

8. Tanam pohon pinus - .Pdf & Word Free Ebooks Download

Peringati Hari Air UI, Bang Yos Tanam Pohon di Depok .pdf download · http://www.ui.edu/. ... pdf/kliping/Petani Indramayu Nekat Tanam Padi.pdf ...
pdfdatabase.com/index.php?q=tanam+pohon+pinus - Tembolok

  1. [PDF]

GERAKAN MENANAM SATU POHON DI INRAMAYU DISOSIALISASIKAN

Jenis Berkas: PDF/Adobe Acrobat - Tampilan Cepat
Dasar pelaksanaan gerakan Indramayu menanam adalah Keppres Nomor 24 tahun 2008 tentang hari menanam Indonesia,Surat Mentri kehutan Nomor 87/Menhut-V/2009 ...
news.id.finroll.com/.../120175-____gerakan-menanam-satu-pohon-di-inramayu-disosialisasikan____.pdf

10. Indramayu

Semua masyarakat Indramayu dilibatkan dalam gerakan GRIM ini. Setiap warga dianjurkan untuk menyediakan dan menanam satu pohon tanaman keras yang produktif ...
www.radarcirebon.com/sub/4-sub.html - Tembolok

· Indramayu Bakal Tenggelam Tidak Lama Lagi - Forum Plasa

1 pesan - 1 pembuat

Selamat datang di WF Plasa.com ~*~ * Menu Hari Ini - SeX Education - Lowongan Kerja ... KOMPAS.com — Tanjung Indramayu telah tenggelam akibat abrasi yang tidak bisa ... "Solusi untuk mengantisipasinya antara lain, menanam pohon bakau, ...
webforum.plasa.com/showthread.php?t=97630 - Tembolok

· Ansor Jabar Gelar Blok Hijau Dari Indramayu | Gerakan Pemuda Ansor

Lebih jauh katanya, sementara pelaksanaan penanaman bibit pohon di Kuningan juga dilaksanakan pada hari yang sama dengan Indramayu, sebanyak 33.400 bibit ...
www.gp-ansor.org/.../ansor-jabar-gelar-blok-hijau-dari-indramayu.html - Tembolok

· DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN KABUPATEN INDRAMAYU

Pemerintah Kabupaten Indramayu akan mencanangkan Program GRIM (Gerakan Indramayu ... Pencanangan "Hari Menanam Pohon" tersebut secara serentak kegiatannya ...
hutbunindramayu.blogspot.com/ - Tembolok

· Indramayu Bakal Tenggelam Tidak Lama Lagi

Tanjung Indramayu telah tenggelam akibat abrasi yang tidak bisa dikendalikan ... "Solusi untuk mengantisipasinya antara lain, menanam pohon bakau, mangrove, ...
www.wargahijau.org/index.php?...indramayu... - Tembolok

· Denpatrol Online - Kabar Indramayu

Denpatrol.com, SUKRA - Menyambut Hari Listrik Nasional (HLN) ke-62, jajaran PT PLN (Persero) pusat menanam bibit pohon di area PLTU 1 Indramayu yang ...
www.denpatrol.com/index.php?option=com...id... - Tembolok

· [PDF]

Peduli Global Warming dengan Menanam Pohon

Jenis Berkas: PDF/Adobe Acrobat - Tampilan Cepat
“Kami menanam pohon Mangga Indramayu, Mangga Harum Manis, Jeruk Bali, dan Jambu Biji, ... hari itu, mereka juga memiliki setumpuk kagiatan lainnya. ...
www.uinjkt.ac.id/.../569-peduli-global-warming-dengan-menanam-pohon.pdf

· Harian Umum PELITA

Sinopsis, Sebagai upaya merahabilitasi lahan kritis yang tersebar di sejumlah wilayah Indramayu, Rabu (2/12) dicanangkan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) ...
www.hupelita.com/berikomentar.php?id=84557 - Tembolok

· HAL 10 TANAH AIR JUMAT 19.indd

Indramayu, Jawa Barat. JUMAT, 19 DESEMBER 2008 I MEDIA INDONESIA. Banjir Kiriman .... menyambut Hari Menanam Pohon Indonesia. “Ke depan jalur tol yang ...
www.mediaindonesia.com/data/pdf/.../2008-12-19_10.pdf - Amerika Serikat

· [PDF]

ACARA KUNJUNGAN KERJA KE DESA ERETAN, KEC. KANDANG HAUR, KAB ...

Jenis Berkas: PDF/Adobe Acrobat - Tampilan Cepat
8 Apr 2008 ... Hari ini saya beserta rombongan berkunjung ke Eretan, Indramayu, ... terus melakukan gerakan menanam pohon agar selamat Indramayu, ...
www.setneg.go.id/index2.php?option=com_content&do_pdf... - Mirip

· Bibir pantai Indramayu terancam hilang

8 Agu 2009 ... PERAYAAN Hari Jadi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) memiliki ... “Solusi untuk mengantisipasinya antara lain, menanam pohon bakau, ...
www.dutamasyarakat.com/artikel-21620-bibir-pantai-indramayu-terancam-hilang.html?... - Tembolok

1. Tur Taklukkan Jakarta Sempurnakan Tur Jawa-Madura - Majalah Berita ...

(ASSA) menyelenggarakan tur keliling Indramayu - Jakarta - Banten yang diberi nama .... kebangkitan nasional, juga untuk memperingati hari jadinya Indonesia. Kegiatan menanam pohon di perjalanan juga menurut Syaykh adalah bagian dari ...
www.beritaindonesia.co.id/.../tur-taklukkan-jakarta-sempurnakan-tur-jawa-madura-2/ - Tembolok

  1. [PDF]

164 Hektare Sawah di Indramayu Tergenang Banjir

Jenis Berkas: PDF/Adobe Acrobat - Tampilan Cepat
21 Jan 2009 ... Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, terendam banjir tiga hari ... daerah tangkapan air menjadi berkurang karena ada sistem tebang pohon ...
bnpb.go.id/website/index2.php?option=com_content&do...1... - Mirip

3. Walikota Sarankan Sukun Maskot Kota Baru - Pontianak Online

5 Nov 2009 ... “Pada hari ini kegiatan penanaman pohon buah di wilayah Kota Pontianak ... 100 buah mangga Indramayu, 200 pohon manggis, 50 pohon lengkeng, ...
pemkot.pontianak.go.id/detail.html?cat=berita&id=2033 - Tembolok

4. Blog News Berita Bisnis Bisnis Bersama Indramayu Bakal - Web ...

indramayu bakal tenggelam tidak lama lagi "solusi untuk mengantisipasinya antara lain, menanam pohon bakau, mangrove, juga menghindari pengerukan bibir ...
spotiklan.net/.../blog+news+berita+bisnis+bisnis+bersama+indramayu+bakal - Tembolok

5. ...::: Taspen Corporate Site :::... - Penanaman Pohon Buah di ...

Program Pensiun · Tabungan Hari Tua ... Sementara penanaman pohon dipimpin oleh Direktur SDM Taspen Karsidi bersama Kepala ... 200 pohon manggis, 100 pohon mangga Indramayu, 50 pohon kelengkeng, 100 pohon alpukat, dan 50 pohon jambu merah. ... Menurut Eko, peduli lingkungan bukan sekedar menanam pohon, tetapi yang ...
www.taspen.com/index.php?option=com_content...id... - Tembolok

6. Chat Room Mataram QuakeNet DETAILS - Online CHAT!

"Memperingati hari Menanam Pohon Indonesia 2008, Mari kita dukung progam ... #GIM #Cilegon #IndraMayu #NewYork #Austria #Kualalumpur #Athena #Bangkok ...
www.gogloom.com/QuakeNet/Mataram/ - Tembolok

7. Petani Desa Karang Tumaritis Indramayu Gagal Panen

6 Nov 2009 ... 05:30: Gerakan Menanam Pohon Digalakkan ... tikus tersebut sulit untuk diberantas, meskipun petani berupaya membunuh tikus itu setiap hari. ...
www.cakrabuananews.com/media.php?...id...indramayu... - Tembolok

8. Ibu Negara Republik Indonesia - Hj. Ani Bambang Yudhoyono

16 Nov 2007 ... Kan keinginan kita adalah menanam pohon untuk penghijauan, .... Mungkin pada event tahunan ada juga yang misalnya hari menanam pohon kek atau apa? .... Indramayu, kita tahu ada mangga Indramayu, coba kalau di Indramayu ...
www.presidenri.go.id/ibunegara/index.php/pidato/.../126.html - Tembolok

9. Dit Samapta | Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Jawa Barat

Dalam acara peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional Tahun 2009, Selasa (8/12) siang, Presiden SBY menanam pohon Jabon Merah, ...
www.lodaya.web.id/?page_id=10 - Tembolok - Mirip

10. WEBSITE RESMI INFORMASI BATAK DAN SUMATERA - 164 HEKTAR SAWAH ...

Hal itu dikatakan Kepala Dispertan Kabupaten Indramayu Toni Sujana melalui ... tanaman padi yang terendam banjir tersebut antara 7 sampai 20 hari," katanya. ... pohon pada saat-saat tertentu dan diganti dengan bibit yang masih kecil. ...
batakpos-online.com/content/view/3041/1/ - Tembolok

 

My Blog List

Site Info

free counters

Followers